Keutamaan Memakai Wangi-Wangian di Hari Jumat
Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam kalender ibadah Muslim, sering disebut sebagai "sayyidul ayyam" atau penghulu hari-hari dalam sepekan. Selain kewajiban shalat Jumat berjamaah, terdapat sejumlah adab dan anjuran yang menyertainya — salah satunya adalah kebiasaan membersihkan diri dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat ke masjid. Artikel ini membahas keutamaan tersebut serta panduan praktis memilih wewangian yang tepat.
Kedudukan Hari Jumat dalam Islam
Hari Jumat disebut secara khusus dalam Al-Qur'an melalui surah Al-Jumu'ah, dan dalam berbagai riwayat hadits disebutkan sebagai hari yang memiliki banyak keutamaan tersendiri dibandingkan hari-hari lain dalam sepekan. Karena kedudukannya yang istimewa inilah, umat Muslim dianjurkan mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum menunaikan shalat Jumat.
Adab-Adab yang Dianjurkan pada Hari Jumat
- Mandi (ghusl): Membersihkan diri secara menyeluruh sebelum berangkat ke masjid.
- Merapikan diri: Memotong kuku, merapikan rambut, dan menjaga kebersihan tubuh.
- Memakai pakaian terbaik: Mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, idealnya yang terbaik yang dimiliki.
- Memakai wewangian yang tersedia: Menggunakan minyak wangi atau esans sebagai bagian dari penyempurnaan penampilan sebelum beribadah bersama.
- Datang lebih awal: Bersegera menuju masjid dengan langkah tenang, tanpa tergesa-gesa.
Mengapa Wewangian Dianjurkan pada Hari Jumat?
Sejumlah riwayat hadits menyebutkan anjuran bagi umat Muslim untuk memakai wewangian yang tersedia di rumah sebelum berangkat shalat Jumat. Hal ini sejalan dengan semangat menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama, mengingat shalat Jumat dilaksanakan berjamaah di ruangan yang cukup padat. Memakai aroma yang menyegarkan menjadi bentuk penghormatan terhadap sesama jamaah dan kepedulian terhadap suasana ibadah yang khusyuk.
Memilih Wewangian yang Tepat untuk ke Masjid
Tidak semua wewangian cocok dipakai dalam ruangan tertutup dan padat seperti masjid. Berikut beberapa pertimbangan:
| Kriteria | Anjuran |
|---|---|
| Intensitas aroma | Lembut hingga sedang, tidak menyengat berlebihan |
| Jenis notasi | Mawar, misk, amber — aroma yang umumnya disukai banyak orang |
| Jumlah pemakaian | Secukupnya pada titik nadi, tidak berlebihan |
| Basis produk | Esans berbasis minyak untuk kehati-hatian terkait alkohol |
Esans Tanpa Alkohol untuk Ibadah
Banyak umat Muslim memilih esans berbasis minyak tanpa alkohol untuk keperluan ibadah, sebagai bentuk kehati-hatian terkait kesucian pakaian saat shalat — meskipun pandangan fiqih mengenai penggunaan alkohol non-khamr dapat berbeda antar mazhab, dan sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada ulama setempat. Esans dengan basis minyak alami umumnya juga lebih tahan lama dan tidak meninggalkan noda pada pakaian ihram maupun pakaian shalat sehari-hari.
Koleksi Esans Reyhan untuk Persiapan Ibadah
Reyhan Esans menghadirkan lebih dari 96 varian esans berbasis minyak tanpa alkohol, mulai dari aroma mawar yang lembut hingga misk dan amber yang lebih dalam — cocok dipakai sebagai persiapan sebelum shalat Jumat maupun ibadah harian lainnya. Jelajahi koleksi lengkap kami di toko online kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa disunnahkan memakai wangi-wangian di hari Jumat?
Sejumlah hadits Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan umat Muslim untuk mandi, membersihkan diri, dan memakai wewangian yang tersedia sebelum berangkat shalat Jumat, sebagai bagian dari adab menghadiri majelis ibadah bersama.
Apa saja adab yang dianjurkan sebelum shalat Jumat?
Di antaranya mandi (ghusl), memotong kuku dan merapikan diri, memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai wewangian, dan datang lebih awal ke masjid dengan tenang.
Wewangian seperti apa yang cocok dipakai ke masjid?
Wewangian dengan aroma lembut dan tidak menyengat, seperti esans mawar, misk, atau amber, umumnya lebih disukai agar tidak mengganggu jamaah lain, khususnya di ruangan tertutup seperti masjid.
Apakah esans tanpa alkohol boleh dipakai untuk ibadah?
Esans berbasis minyak tanpa alkohol banyak dipilih oleh umat Muslim yang ingin memastikan kehati-hatian terkait kesucian pakaian saat shalat, meski pandangan fiqih mengenai alkohol non-khamr dapat berbeda antar mazhab.
Ingin tahu lebih dalam tentang wewangian favorit Rasulullah ﷺ? Baca juga parfum kesukaan Nabi Muhammad atau jelajahi koleksi esans kami.
Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun dalam produksi esans, kami menulis panduan seputar adab, sunnah, dan wewangian tanpa alkohol untuk kebutuhan ibadah sehari-hari. Hubungi kami via WhatsApp untuk pertanyaan lebih lanjut.
Sumber & referensi: Informasi keagamaan dalam artikel ini disusun berdasarkan referensi umum hadits dan fiqih yang telah dikenal luas; untuk hukum fiqih spesifik, disarankan berkonsultasi dengan ulama setempat.
← Kembali ke semua artikel blog
Parfum roll-on premium, tasbih, ihram & perlengkapan Haji-Umrah — sejak 1991.
Kunjungi toko →Diskon 10% untuk pesanan pertama — kode kupon: ILK10