Panduan Reyhan Esans · 12 Juli 2026 · 6 menit baca

Memakai Wangi-Wangian, Sunnah yang Sering Terlupakan

Memakai wangi-wangian sunnah - koleksi esans pria Reyhan Esans

Banyak orang bertanya-tanya: apakah memakai wangi-wangian benar-benar termasuk sunnah, atau hanya kebiasaan budaya semata? Artikel ini membahas penekanan hadis mengenai kebersihan dan wewangian, adab memakai parfum, serta hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih esans halal tanpa alkohol.

Kebersihan dan Wewangian dalam Hadis

Dalam tradisi Islam, kebersihan dan wewangian yang baik sering dibahas bersamaan sebagai dua hal yang tak terpisahkan. Berbagai riwayat hadis menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyukai wewangian, menganjurkan penggunaannya, dan secara khusus menekankan pentingnya bersih dan wangi ketika menghadiri shalat Jumat serta pertemuan-pertemuan bersama. Ajaran ini menunjukkan bahwa wewangian bukan sekadar pilihan estetika, melainkan bagian dari penghormatan sosial dan kesantunan.

Mengapa Disebut "Sunnah"?

Dalam istilah fikih, "sunnah" merujuk pada perbuatan, anjuran, atau persetujuan Nabi Muhammad SAW. Riwayat-riwayat mengenai wewangian menempatkan kebiasaan ini sebagai amalan yang dianjurkan (mustahab/sunnah). Artinya, tidak wajib, namun dianggap sebagai amalan baik yang mendatangkan pahala dan menjadi teladan yang baik untuk diikuti.

Adab Memakai Wewangian

Dalam ajaran tradisional, terdapat prinsip umum mengenai wewangian yang sesuai untuk laki-laki: "aroma yang tercium namun warnanya tidak mencolok." Prinsip ini ditafsirkan sebagai anjuran memakai wewangian dengan tingkat kepekatan yang wajar — tercium oleh orang di sekitar, namun tidak berlebihan hingga mengganggu. Sementara untuk perempuan, dianjurkan memakai wewangian yang lebih halus ketika keluar rumah, dan boleh lebih kuat dalam lingkungan pribadi.

Wewangian Sebelum Shalat Jumat dan Pertemuan Bersama

Secara khusus, membersihkan diri, berpakaian rapi, dan memakai wewangian sebelum menghadiri shalat Jumat adalah adab yang banyak ditekankan dalam riwayat hadis. Ketika jamaah berkumpul dalam ruangan yang sama, kesantunan semacam ini turut memperkuat suasana khusyuk dan penuh rasa hormat dalam ibadah bersama.

Wewangian Apa yang Sebaiknya Dipilih?

AspekEsans Tanpa AlkoholParfum Beralkohol
Kesesuaian halalSesuaiMasih diperdebatkan
Kenyamanan sebelum shalatNyaman digunakanSebagian orang menghindari
Daya tahan8-12 jam4-6 jam
Kontrol kepekatanBisa diatur tetes demi tetesMenyebar lebih cepat dengan semprotan

Bagi yang memperhatikan kehalalan wewangian, esans berbasis minyak tanpa alkohol menjadi pilihan yang lebih sesuai baik dari sisi agama maupun kepraktisan. Dioleskan sedikit pada titik nadi, esans memberikan pengalaman wewangian yang tahan lama sekaligus selaras dengan adab yang dianjurkan.

Koleksi Esans Pria di Reyhan Esans

Reyhan Esans menghadirkan koleksi esans pria dengan dominasi notasi oud, kasturi, dan amber — aroma yang tercium jelas namun tidak berlebihan, cocok digunakan saat shalat, pertemuan kerja, maupun aktivitas sehari-hari. Jelajahi koleksi kami atau hubungi kami via WhatsApp untuk harga grosir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah memakai wangi-wangian termasuk sunnah?

Ya. Berbagai riwayat hadis menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyukai wewangian dan menganjurkan penggunaannya, terutama sebelum shalat Jumat dan pertemuan bersama.

Wewangian seperti apa yang sebaiknya dipakai laki-laki?

Prinsip umumnya adalah aroma yang tercium namun tidak mencolok warnanya; artinya wewangian dengan tingkat kepekatan yang wajar, tidak berlebihan.

Bolehkah memakai esans sebelum shalat?

Ya, dianjurkan untuk bersih dan wangi sebelum shalat; yang perlu diperhatikan adalah esans tidak boleh mengandung najis dan tidak mengotori tempat shalat.

Mengapa memilih esans tanpa alkohol dibanding parfum beralkohol?

Bagi yang memperhatikan kehalalan wewangian, esans berbasis minyak tanpa alkohol menjadi pilihan yang lebih nyaman dibanding parfum yang kandungan alkoholnya masih diperdebatkan.

Ingin tahu lebih jauh tentang wewangian kesukaan Nabi Muhammad SAW? Baca juga parfum kesukaan Nabi Muhammad SAW atau jelajahi koleksi esans kami.

RE
Tim Ahli Reyhan Esans
Ahli Parfum & Esans · Sejak 1991

Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun dalam produksi esans, kami menulis panduan seputar parfum tanpa alkohol (halal), oud, kasturi dan aroma tradisional lainnya. Hubungi kami via WhatsApp untuk pertanyaan lebih lanjut.

Sumber & referensi: Informasi keagamaan dalam artikel ini bersifat umum; hukum fikih dapat berbeda menurut mazhab, dengan mazhab Syafi'i banyak dianut di Indonesia. Untuk kepastian hukum, silakan berkonsultasi dengan ulama setempat. Informasi notasi aroma disusun berdasarkan pedoman IFRA dan pengalaman produksi 35 tahun merek kami.

← Kembali ke semua artikel blog

Jelajahi Reyhan Esans

Parfum roll-on premium, tasbih, ihram & perlengkapan Haji-Umrah — sejak 1991.

Kunjungi toko →

Diskon 10% untuk pesanan pertama — kode kupon: ILK10